Teks
Negosiasi
Harga
Sebanding dengan Bendanya
Pada
suatu hari ada sepasang suami istri yang ingin membeli rumah di perumahan
songgo indah. Sepasang suami istri tersebut pun menemui pengurus perumahan
tersebut di kantor pemasarannya.
Suami : Selamat siang, Pak.
Pengurus : Iya, selamat siang. Ada yang bisa
saya bantu?
Suami : Begini, Pak. Saya dan istri
saya ini berniat untuk membeli rumah di perumahan songgo indah ini. Rencananya
rumah ini akan saya berikan kepada anak saya.
Pengurus : Oh, jadi begitu , Pak. Lalu rumah
tipe berapa yang bapak inginkan?
Suami : Saya ingin rumah yang tidak
terlalu kecil, sekitar tipe 36 atau 45.
Pengurus : Kalau rumah yang tipe 36 sudah habis
pak. Yang ada hanya tipe 45.
Suami : Baiklah, lalu apa saja fasilitas
di rumah tersebut?
Pengurus
: Fasilitasnya sangat lengkap, Pak. Ada 2 ruang kamar, 1 ruang tamu, 1
ruang keluarga, 1 garasi, dan 1 kamar
mandi yang sudah dilengkapi WC duduk.
Suami : Cukup lengkap. Tapi apakah di
perumahan tersebut sering terjadi pencurian?
Pengurus
: Di perumahan ini sangat aman,
Pak. Sudah 5 tahun peumahan ini dibangun, dan belum ada kasus pencurian yang
terjadi. Lagi pula, di perumahan ini ada penjaga yang bertugas 24 jam.
Suami
: Berarti penjagaan
diperumahan ini bisa dibilang cukup ketat ya. Lalu berapa harganya?
Pengurus
: Harganya Rp. 120.000.000,-. Saya jamin bapak tidak akan rugi membeli
rumah di perumahan ini.
Suami
: Tapi harganya terlalu mahal. Bagaimana kalau Rp. 100.000.000,- saja
Pengurus : Wah, kalau segitu belum bisa, Pak. Tambahkan
sedikit lagi lah, Pak.
Istri : Kurangilah, Pak. Bagaimana
kalau Rp. 105.000.000,-. Kami akan langsung membayarnya cash.
Pengurus : Bagaimana ya, Bu. Begini saja, tambah
Rp. 5.000.000,- lagi lalu sertifikat rumah akan langsung saya berikan.
Suami : Bagaimana, Bu? (bertanya ke
istrinya)
Istri : Tidak apa-apa lah, Pak.
Lagi pula rumahnya memang sangat bagus dan terjamin keamanannya
Suami : Baiklah, Pak. Berarti jadinya
Rp. 110.000.000,-. Ini uangnya.
Pengurus : Oh ya, Pak. Bapak bisa tanda tangan
disini dulu.
Suami : Baiklah.
Pengurus
: Lalu sertifikat rumahnya mau
diatas namakan siapa? Bapak atau ibu?
Suami :
Sertifikatnya diatas namakan saya saja.
Pengurus
: Baiklah, Pak. Ditunggu sebentar.
(10
menit kemudia)
Pengurus
: Ini serifikat dan kunci rumahnya,
Pak.
Suami : Ya, berarti rumah ini sudah
menjadi milik saya.
Pengurus
: Tentu saja, Pak. Terima kasih untuk bapak dan ibu yang telah membeli
rumah di perumahan songgo indah ini.
Istri : Ya, sama-sama. Selamat siang
Pengurus
: Selamat siang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar