Minggu, 21 Oktober 2018

Teks Negosiasi


Teks Negosiasi
Harga Sebanding dengan Bendanya
Pada suatu hari ada sepasang suami istri yang ingin membeli rumah di perumahan songgo indah. Sepasang suami istri tersebut pun menemui pengurus perumahan tersebut di kantor pemasarannya.
Suami              : Selamat siang, Pak.
Pengurus        : Iya, selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?
Suami                : Begini, Pak. Saya dan istri saya ini berniat untuk membeli rumah di perumahan songgo indah ini. Rencananya rumah ini akan saya berikan kepada anak saya.
Pengurus        : Oh, jadi begitu , Pak. Lalu rumah tipe berapa yang bapak inginkan?
Suami              : Saya ingin rumah yang tidak terlalu kecil, sekitar tipe 36 atau 45.
Pengurus        : Kalau rumah yang tipe 36 sudah habis pak. Yang ada hanya tipe 45.
Suami              : Baiklah, lalu apa saja fasilitas di rumah tersebut?
Pengurus         : Fasilitasnya sangat lengkap, Pak. Ada 2 ruang kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang   keluarga, 1 garasi, dan 1 kamar mandi yang sudah dilengkapi WC duduk.
Suami               : Cukup lengkap. Tapi apakah di perumahan tersebut sering terjadi pencurian?
Pengurus         : Di perumahan ini sangat aman, Pak. Sudah 5 tahun peumahan ini dibangun, dan belum ada kasus pencurian yang terjadi. Lagi pula, di perumahan ini ada penjaga yang bertugas 24 jam.
Suami               : Berarti penjagaan diperumahan ini bisa dibilang cukup ketat ya. Lalu berapa harganya?
Pengurus        : Harganya Rp. 120.000.000,-. Saya jamin bapak tidak akan rugi membeli rumah di perumahan ini.
Suami                : Tapi harganya terlalu mahal. Bagaimana kalau Rp. 100.000.000,- saja
Pengurus        : Wah, kalau segitu belum bisa, Pak. Tambahkan sedikit lagi lah, Pak.
Istri                    : Kurangilah, Pak. Bagaimana kalau Rp. 105.000.000,-. Kami akan langsung membayarnya cash.
Pengurus         : Bagaimana ya, Bu. Begini saja, tambah Rp. 5.000.000,- lagi lalu sertifikat rumah akan langsung saya berikan.
Suami              : Bagaimana, Bu? (bertanya ke istrinya)
Istri                    : Tidak apa-apa lah, Pak. Lagi pula rumahnya memang sangat bagus dan terjamin keamanannya
Suami              : Baiklah, Pak. Berarti jadinya Rp. 110.000.000,-. Ini uangnya.
Pengurus        : Oh ya, Pak. Bapak bisa tanda tangan disini dulu.
Suami              : Baiklah.
Pengurus        : Lalu sertifikat rumahnya mau diatas namakan siapa? Bapak atau ibu?
Suami             : Sertifikatnya diatas namakan saya saja.
Pengurus        : Baiklah, Pak. Ditunggu sebentar.
(10 menit kemudia)
Pengurus        : Ini serifikat dan kunci rumahnya, Pak.
Suami              : Ya, berarti rumah ini sudah menjadi milik saya.
Pengurus         : Tentu saja, Pak. Terima kasih untuk bapak dan ibu yang telah membeli rumah di perumahan songgo indah ini.
Istri                 : Ya, sama-sama. Selamat siang
Pengurus         : Selamat siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar