Adolf
Hitler
A. Pendahuluan
Negara
Jerman adalah sebuah negara yang berada di Eropa Barat. Jerman adalah salah satu contoh
negara maju di dunia. Selain itu, Jerman mempunyai sejarah panjang sebagai
salah satu Negara adidaya di dunia. Perang dunia I dan Perang dunia II
menempatkan Jerman sebagai pelaku utama. Pada awal Perang dunia I Jerman
dapat mengalahkan Rusia, Perancis dan Belgia dalam waktu singkat, yang membuktikan
besarnya kekuatan militer Jerman, walaupun pada akhirnya Jerman, Austria dan
Hongaria akhirnya menyerah dalam PD I akibat dikeroyok oleh aliansi Inggris,
Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat. Dampaknya Jerman dipaksa menandatangani
perjanjian Versailles yang sangat merugikan dan menghancurkan ekonomi Jerman.
Perjanjian ini juga memunculkan kelompok dan faksi-faksi politik, salah satunya
Nazi yang dipelopori Adolf Hitler. Dengan
kemampuan politiknya, orasi, dan kharisma yang dimiliki, Hitler berhasil
menggalang dukungan sehingga partainya memenangkan pemilu di Jerman sehingga ia
diangkat menjadi kanselir Jerman. Namanya yang mendunia membuat kisah hidupnya
sangat menarik untuk diketahui. Oleh karena itu, dalam makalah ini, kami akan
membahas tentang kisah hidup sang diktator yaitu Adolf Hitler .
B.
Isi
a.
Kehidupan Pribadi Hitler
Adolf
Hitler lahir pada tanggal 20 April 1889 di Braunau am Inn, sebuah kota di
Austria. Adolf Hitler adalah anak ke-4 dari Klara Polzl dan Alois Hitler
(seorang petugas bea cukai).
Orang
tua Hitler memiliki 5 anak namun hanya dia dan adiknya, Paula, yang bertahan
hidup hingga dewasa. Hitler juga memiliki saudara tiri dari pernikahan ayahnya
sebelumnya.
Kehidupan
awal Adolf Hitler dihabiskan di Austria. Semasa kecil, Hitler cukup berprestasi
dalam bidang akademik, namun setelah kematian adiknya Edmund karena campak,
terjadi perubahan drastis dalam dirinya.
Hitler
menjadi depresi dan berperilaku agresif terhadap orang-orang di sekelilingnya,
terutama pada ayah dan guru-gurunya.
Hitler
tertarik menjadi seorang seniman, namun oleh ayahnya dia dikirim ke sebuah
sekolah teknik Realschule di Linz.
Di
sekolah, Hitler tidak belajar sungguh-sungguh dan berharap ayahnya
membiarkannya mengejar impian menjadi seorang seniman.
Namun,
hal itu tidak terjadi. Setelah kematian mendadak ayahnya pada tahun 1903,
perilaku Hitler semakin memburuk dan akhirnya dikeluarkan dari sekolah teknik
tempatnya belajar.
Setelah
keluar dari sekolah ditambah kematian ayahnya, keuangan keluarga menjadi sulit
sehingga Hitler harus hidup dari sokongan ibunya dan tunjangan anak yatim.
Meskipun
suka melukis, Hitler tidak lulus ujian masuk di Academy of Fine Arts, Wina
hingga dua kali. Disana, dia direkomendasikan untuk menjadi arsitek.
Empat
tahun setelah kematian ayahnya, ibu Hitler menyusul meninggal akibat kanker.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Hitler harus bekerja serabutan sebelum akhirnya
bergabung dengan infanteri.
Hitler
diyakini memiliki hubungan romantis dengan setengah-keponakannya Geli Raubal
yang pada akhirnya melakukan bunuh diri di apartemennya di Munich pada tahun
1931 menggunakan pistol Walther milik Hitler.
Dikatakan
bahwa bunuh diri Geli Raubal memiliki dampak yang mendalam pada Hitler.
Hitler
juga memiliki hubungan dengan wanita lain bernama Eva Braun sejak tahun 1929
yang kemudian dinikahinya pada tahun 1945.
b.
Hitler dan Politik
Pada
awal Perang Dunia I, Hitler pergi ke Munich dan bergabung dengan Resimen
Infanteri Cadangan Bavaria ke-16.
Selama
perang, Hitler sempat terluka dan mendapatkan penghargaan atas keberaniannya.
Setelah
perang berakhir atau pada tahun 1919, Hitler bergabung dengan Partai
Buruh Jerman, yang kemudian berganti nama menjadi Partai Buruh Nasional
Sosialis Jerman, yang disingkat sebagai Partai Nazi.
Segera,
Hitler mengambil alih tugas propaganda partai dan pada tahun1921 menjadi
pemimpin baru.
Pada
tahun 1923, Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler mencoba merebut
kekuasaan dari penguasa Republik Weimar Jerman pada peristiwa yang dikenal
sebagai Beer-Hall Putsch.
Usaha
tersebut gagal dengan Hitler berakhir di penjara. Selama sembilan bulan di
penjara, Hitler menulis Mein Kampf atau Perjuanganku, sebuah otobiografi
sekaligus berisi manifesto politiknya.
Setelah
keluar dari penjara, Hitler muncul sebagai juru bicara populis untuk kaum
miskin sekaligus golongan nasionalis Jerman.
Pada
tahun 1932, Hitler mencoba menjadi kanselir dengan menantang Paul von Hindenburg
dalam pemilu yang berakhir pada kegagalan.
Di
kemudian hari, setelah kematian Hindenburg, Adolf Hitler menjadi Führer dan
Kanselir atau Reichskanzler pada tahun 1934.
c.
Kemunculan Sang Diktator
Setelah
menjadi Reichskanzler, Hitler langsung menerapkan kediktatoran mutlak yang
disokong oleh Gestapo atau polisi rahasia yang terkenal brutal.
Kamp
konsentrasi dibentuk untuk pembunuhan terorganisir Yahudi, lawan politik, dan
kaum Gipsi.
Ada pernyataan Hitler
mengenai Kaum Yahudi ketika itu, Berikut pernyataan Hitler yang paling terkenal
“Ich konnte all die
Juden in dieser Welt zu zerstören, aber ich lasse ein wenig drehte-on,so können
Sie herausfinden, warum ich sie getötet”
(Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka)
(Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka)
Kemudian
Hitler berusaha mencaplok sebanyak mungkin wilayah di Eropa, seperti
Sudetenland dan Austria pada tahun 1938, dan kemudian menyerang Polandia pada
tanggal 1 September 1939.
Sebagai
respon invasi ke Polandia, Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap
Jerman pada 3 September 1939 yang memicu Perang Dunia II.
d.
Hitler dan Perang Dunia II
Pada
tahun-tahun awal perang, Adolf Hitler, dengan kekuatan infanteri dan tank
Jerman serta taktik Perang Kilat (Blitzkrieg) berhasil menyapu sebagian besar
Eropa Barat.
Hitler
menyerang Uni Soviet pada tahun 1941, mengabaikan pakta non-agresi yang
sebelumnya ditandatangani pada tahun 1939.
Setelah
kemenangan awal, pasukan Hitler akhirnya mulai mengalami kekalahan. Kekalahan
pertama terjadi di Moskow pada bulan Desember 1941 dan kemudian di Stalingrad
pada musim dingin tahun 1942-1943.
Kondisi
ini diperparah dengan keterlibatan Amerika di bulan Desember tahun 1941. Sekutu
mulai menginvasi Eropa yang diduduki Jerman yang dimulai dengan pendaratan di
pantai Normandy, Perancis, pada tahun 1944.
Kemudian
kota-kota Jerman mulai dibom dan dihancurkan sampai akhirnya pasukan sekutu
berhasil memasuki Berlin pada tahun 1945.
Sementara
itu, Italia, di bawah pemerintahan diktator fasis Benito Mussolini yang
merupakan sekutu Jerman juga jatuh.
Selama
perang, banyak petinggi Nazi menjadi putus asa dan beberapa usaha dilakukan
untuk membunuh Hitler yang semuanya berakhir pada kegagalan.
e.
Kematian Hitler
Pada hari-hari
terakhir perang, saat Pertempuran Berlin, Hitler Mengetahui bahwa perang tidak mungkin lagi dimenangkan,
kemudian Hitler bunuh diri pada tanggal 30 April 1945 agar tidak
ditangkap Angkatan Darat Merah, lalu mayat
mereka dibakar.
Malam sebelum bunuh diri, Hitler menikahi Eva Braun yang
juga ikut melakukan bunuh diri. Kematian Hitler kemudian menandai berakhirnya
perang dan kekuasaan Nazi.
f.
Tabir Kematian sang diktator
Ada penemuan mengejutkan di Laut
Jawa yang diungkap tim peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, yakni bangkai
kapal selam Nazi Jerman tipe Unterseeboot atau U-Boat. Penemu bangkai kapal
adalah para penyelam lokal dari Karimun Jawa. Bahkan di reruntuhan kapal ini
juga ditemukan sejumlah perkakas angkatan laut Jerman.
Pertanyaannya, apakah kapal itu
berkaitan dengan isu bahwa Adolf Hitler, pimpinan Nazi Jerman, meninggal di
Indonesia? Agaknya terlalu cepat menyimpulkan demikian. Tapi yang pasti, sampai
kini kematian Hitler masih menjadi misteri.
Sebelumnya, pimpinan partai Nazi
berjuluk Fuhrer, itu diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada
30 April 1945. Namun, berita itu ternyata salah. Seperti dikutip dari laman
Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary
Amerika Serikat, menyebut tengkorak Hitler yang disimpan Rusia bukan milik sang
Fuhrer.
Belakangan diketahui tengkorak
tersebut milik perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang
dinyatakan meninggal di usia 56 tahun. Penemuan ini, menguatkan kembali teori
konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan
mati di usia tua.
Kisah Hitler mati di Indonesia
diawali dari sebuah artikel di Harian Pikiran Rakyat pada 1983. Penulisnya
bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas
di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.
Sosro menceritakan pengalamannya
bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar pada
1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Dia
mengklaim, Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara, itu
adalah Hitler di masa tuanya.
Bukti-bukti yang diajukan Sosro,
adalah Poch tak bisa berjalan normal, dan selalu menyeret kaki kirinya ketika
berjalan. Kemudian, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga
punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dengan kepala gundul.
Kondisi ini diyakini mirip dengan
gambaran Hilter di masa tuanya, seperti yang dia temukan di sejumlah buku
biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya pada 1960, orang yang diduga
Hitler berusia 71 tahun dan sangat misterius: tidak punya lisensi untuk jadi
dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.
Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu
bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya
pada istrinya yang lalu menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di
pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau
memukuli meja berkali-kali."
Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph
Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro,
istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf',
yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.
C.
Penutup
Apakah hitler
mati bunuh diri atau melarikan diri sehingga meninggal dalam keadaan tua, tidak
ada yang tau kepastiannya. Karena sejarah itu bersifat subjektif, jadi
tergantung dari sisi mana kita memandangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar