Minggu, 21 Oktober 2018

Adolf Hitler


Adolf Hitler
A.   Pendahuluan
Negara Jerman adalah sebuah negara  yang berada di Eropa Barat. Jerman adalah salah satu contoh negara maju di dunia. Selain itu, Jerman mempunyai sejarah panjang sebagai salah satu Negara adidaya di dunia. Perang dunia I dan Perang dunia II menempatkan Jerman sebagai pelaku utama.  Pada awal Perang dunia I Jerman dapat mengalahkan Rusia, Perancis dan Belgia dalam waktu singkat, yang membuktikan besarnya kekuatan militer Jerman, walaupun pada akhirnya Jerman, Austria dan Hongaria akhirnya menyerah dalam PD I akibat dikeroyok oleh aliansi Inggris, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat. Dampaknya Jerman dipaksa menandatangani perjanjian Versailles yang sangat merugikan dan menghancurkan ekonomi Jerman. Perjanjian ini juga memunculkan kelompok dan faksi-faksi politik, salah satunya Nazi yang dipelopori Adolf Hitler. Dengan kemampuan politiknya, orasi, dan kharisma yang dimiliki, Hitler berhasil menggalang dukungan sehingga partainya memenangkan pemilu di Jerman sehingga ia diangkat menjadi kanselir Jerman. Namanya yang mendunia membuat kisah hidupnya sangat menarik untuk diketahui. Oleh karena itu, dalam makalah ini, kami akan membahas tentang kisah hidup sang diktator yaitu Adolf Hitler .
B.     Isi
a.      Kehidupan Pribadi Hitler
Adolf Hitler lahir pada tanggal 20 April 1889 di Braunau am Inn, sebuah kota di Austria. Adolf Hitler adalah anak ke-4 dari Klara Polzl dan Alois Hitler (seorang petugas bea cukai).
Orang tua Hitler memiliki 5 anak namun hanya dia dan adiknya, Paula, yang bertahan hidup hingga dewasa. Hitler juga memiliki saudara tiri dari pernikahan ayahnya sebelumnya.
Kehidupan awal Adolf Hitler dihabiskan di Austria. Semasa kecil, Hitler cukup berprestasi dalam bidang akademik, namun setelah kematian adiknya Edmund karena campak, terjadi perubahan drastis dalam dirinya.
Hitler menjadi depresi dan berperilaku agresif terhadap orang-orang di sekelilingnya, terutama pada ayah dan guru-gurunya.
Hitler tertarik menjadi seorang seniman, namun oleh ayahnya dia dikirim ke sebuah sekolah teknik Realschule di Linz.
Di sekolah, Hitler tidak belajar sungguh-sungguh dan berharap ayahnya membiarkannya mengejar impian menjadi seorang seniman.
Namun, hal itu tidak terjadi. Setelah kematian mendadak ayahnya pada tahun 1903, perilaku Hitler semakin memburuk dan akhirnya dikeluarkan dari sekolah teknik tempatnya belajar.
Setelah keluar dari sekolah ditambah kematian ayahnya, keuangan keluarga menjadi sulit sehingga Hitler harus hidup dari sokongan ibunya dan tunjangan anak yatim.
Meskipun suka melukis, Hitler tidak lulus ujian masuk di Academy of Fine Arts, Wina hingga dua kali. Disana, dia direkomendasikan untuk menjadi arsitek.
Empat tahun setelah kematian ayahnya, ibu Hitler menyusul meninggal akibat kanker. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Hitler harus bekerja serabutan sebelum akhirnya bergabung dengan infanteri.
Hitler diyakini memiliki hubungan romantis dengan setengah-keponakannya Geli Raubal yang pada akhirnya melakukan bunuh diri di apartemennya di Munich pada tahun 1931 menggunakan pistol Walther milik Hitler.
Dikatakan bahwa bunuh diri Geli Raubal memiliki dampak yang mendalam pada Hitler.
Hitler juga memiliki hubungan dengan wanita lain bernama Eva Braun sejak tahun 1929 yang kemudian dinikahinya pada tahun 1945.
b.      Hitler dan Politik
Pada awal Perang Dunia I, Hitler pergi ke Munich dan bergabung dengan Resimen Infanteri Cadangan Bavaria ke-16.
Selama perang, Hitler sempat terluka dan mendapatkan penghargaan atas keberaniannya.
Setelah perang berakhir atau pada tahun 1919,  Hitler bergabung dengan Partai Buruh Jerman, yang kemudian berganti nama menjadi Partai Buruh Nasional Sosialis Jerman, yang disingkat sebagai Partai Nazi.
Segera, Hitler mengambil alih tugas propaganda partai dan pada tahun1921 menjadi pemimpin baru.
Pada tahun 1923, Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler mencoba merebut kekuasaan dari penguasa Republik Weimar Jerman pada peristiwa yang dikenal sebagai Beer-Hall Putsch.
Usaha tersebut gagal dengan Hitler berakhir di penjara. Selama sembilan bulan di penjara, Hitler menulis Mein Kampf atau Perjuanganku, sebuah otobiografi sekaligus berisi manifesto politiknya.
Setelah keluar dari penjara, Hitler muncul sebagai juru bicara populis untuk kaum miskin sekaligus golongan nasionalis Jerman.
Pada tahun 1932, Hitler mencoba menjadi kanselir dengan menantang Paul von Hindenburg dalam pemilu yang berakhir pada kegagalan.
Di kemudian hari, setelah kematian Hindenburg, Adolf Hitler menjadi Führer dan Kanselir atau Reichskanzler pada tahun 1934.

c.       Kemunculan Sang Diktator
Setelah menjadi Reichskanzler, Hitler langsung menerapkan kediktatoran mutlak yang disokong oleh Gestapo atau polisi rahasia yang terkenal brutal.
Kamp konsentrasi dibentuk untuk pembunuhan terorganisir Yahudi, lawan politik, dan kaum Gipsi.
Ada pernyataan Hitler mengenai Kaum Yahudi ketika itu, Berikut pernyataan Hitler yang paling terkenal
“Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstören, aber ich lasse ein wenig drehte-on,so können Sie herausfinden, warum ich sie getötet”

(Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka)
Kemudian Hitler berusaha mencaplok sebanyak mungkin wilayah di Eropa, seperti Sudetenland dan Austria pada tahun 1938, dan kemudian menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939.
Sebagai respon invasi ke Polandia, Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939 yang memicu Perang Dunia II.
d.      Hitler dan Perang Dunia II
Pada tahun-tahun awal perang, Adolf Hitler, dengan kekuatan infanteri dan tank Jerman serta taktik Perang Kilat (Blitzkrieg) berhasil menyapu sebagian besar Eropa Barat.
Hitler menyerang Uni Soviet pada tahun 1941, mengabaikan pakta non-agresi yang sebelumnya ditandatangani pada tahun 1939.
Setelah kemenangan awal, pasukan Hitler akhirnya mulai mengalami kekalahan. Kekalahan pertama terjadi di Moskow pada bulan Desember 1941 dan kemudian di Stalingrad pada musim dingin tahun 1942-1943.
Kondisi ini diperparah dengan keterlibatan Amerika di bulan Desember tahun 1941. Sekutu mulai menginvasi Eropa yang diduduki Jerman yang dimulai dengan pendaratan di pantai Normandy, Perancis, pada tahun 1944.
Kemudian kota-kota Jerman mulai dibom dan dihancurkan sampai akhirnya pasukan sekutu berhasil memasuki  Berlin pada tahun 1945.
Sementara itu, Italia, di bawah pemerintahan diktator fasis Benito Mussolini yang merupakan sekutu Jerman juga jatuh.
Selama perang, banyak petinggi Nazi menjadi putus asa dan beberapa usaha dilakukan untuk membunuh Hitler yang semuanya berakhir pada kegagalan.
e.       Kematian Hitler
Pada hari-hari terakhir perang, saat Pertempuran Berlin, Hitler Mengetahui bahwa perang tidak mungkin lagi dimenangkan, kemudian Hitler bunuh diri pada tanggal 30 April 1945 agar tidak ditangkap Angkatan Darat Merah, lalu mayat mereka dibakar.
Malam sebelum bunuh diri, Hitler menikahi Eva Braun yang juga ikut melakukan bunuh diri. Kematian Hitler kemudian menandai berakhirnya perang dan kekuasaan Nazi.

f.       Tabir Kematian sang diktator

Ada penemuan mengejutkan di Laut Jawa yang diungkap tim peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, yakni bangkai kapal selam Nazi Jerman tipe Unterseeboot atau U-Boat. Penemu bangkai kapal adalah para penyelam lokal dari Karimun Jawa. Bahkan di reruntuhan kapal ini juga ditemukan sejumlah perkakas angkatan laut Jerman.

Pertanyaannya, apakah kapal itu berkaitan dengan isu bahwa Adolf Hitler, pimpinan Nazi Jerman, meninggal di Indonesia? Agaknya terlalu cepat menyimpulkan demikian. Tapi yang pasti, sampai kini kematian Hitler masih menjadi misteri.

Sebelumnya, pimpinan partai Nazi berjuluk Fuhrer, itu diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, berita itu ternyata salah. Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat, menyebut tengkorak Hitler yang disimpan Rusia bukan milik sang Fuhrer.

Belakangan diketahui tengkorak tersebut milik perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun. Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua.

Kisah Hitler mati di Indonesia diawali dari sebuah artikel di Harian Pikiran Rakyat pada 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Sosro menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar pada 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Dia mengklaim, Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara, itu adalah Hitler di masa tuanya.

Bukti-bukti yang diajukan Sosro, adalah Poch tak bisa berjalan normal, dan selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan. Kemudian, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dengan kepala gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, seperti yang dia temukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya pada 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun dan sangat misterius: tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali."

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf', yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.


C.    Penutup
Apakah hitler mati bunuh diri atau melarikan diri sehingga meninggal dalam keadaan tua, tidak ada yang tau kepastiannya. Karena sejarah itu bersifat subjektif, jadi tergantung dari sisi mana kita memandangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar